Dasar Hukum :

  • Undang-Undang No. 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
  • Peraturan Pemerintah No. 78 tahun 2015 Tentang Pengupahan.
  • Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 6 tahun 2016 Tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh Di Perusahaan.
  • Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 2 tahun 2018 Tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2018.

Definisi

Tunjangan hari raya keagamaan (THR) adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada Pekerja/keluarganya menjelang datangnya salah satu hari raya keagamaan Idul Fitri (Islam); Natal (Kristen Katholik dan Protestan); Nyepi (Hindu); Waisak (Budha); dan Imlek (Konghucu).

Ada 2 Macam THR

Diberikan 1x dalam 1 tahun kepada Pekerja maksimal 7 hari sebelum hari hari raya keagamaan, yaitu :

  • Yang telah bekerja 1 bulan secara terus menerus/lebih
  • Yang mempunyai hubungan kerja PKWT/PKWTT
  • Yang berdasarkan perjanjian kerja harian lepas (sepanjang bekerja 1 bulan secara terus menerus)

Besaran dan tata cara pemberian menggunakan mata uang Rupiah, yaitu :

  • Pekerja yang telah bekerja 12 bulan secara terus menerus/lebih diberikan : 1 bulan upah
  • Pekerja yang telah bekerja 1 bulan secara terus menerus tapi kurang dari 12 bulan diberikan masa kerja
Write a comment:

*

Your email address will not be published.